Kata-kata seperti ini memang sudah biasa dialamatkan pada hotel berlantai lima yang dibangun pada 1918 tersebut. Di kompleks hotel memang ada semacam prasasti beraksara Tiongkok yang menyatakan tahun pendirian hotel. Ya, ampun, berarti usia Hotel Niagara sudah 88 tahun. Arsiteknya Fritz Joseph Pinedo, pria berdarah Brasil yang hidup di Indonesia pada masa pendudukan Belanda.
Nah, saking tuanya bangunan ini, dan warga praktis tak pernah masuk ke sana, image yang berkembang kurang positif. Ada hantunya. Tempat orang bunuh diri. Kamar berdarah. Hingga tempat penimbunan senjata-senjata tradisional. Image ini makin kuat karena Hotel Niagara sempat mangkrak cukup lama. Kini pun dua lantai teratas (lantai 4 dan 5) selalu gelap karena belum dipakai.
Saya kurang percaya dengan rumor-rumor gelap macam ini. Apalagi, belum lama ini sejumlah wartawan senior Jakarta bersama Ikatan Arsitek Indonesia menggelar diklat di Hotel Niagara. “Tidak ada apa-apa. Justru hotel ini sangat indah,” kata Jay Subiyakto dari Jakarta.
Segala sesuatu tentang Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Jawa Timur.
Tampilkan postingan dengan label Hotel & Penginapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel & Penginapan. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 November 2015
Kamis, 29 Oktober 2015
Hotel Niagara
Di Kabupaten Malang, tepatnya di Kota Lawang ada salah satu bangunan yang pernah menjadi "Kebanggaan Indonesia", yang letaknya di Jalur Surabaya 60 Km- Malang 18 km. Penulis (tahun 2005) pernah berkunjung kesana. Keterangan Petugas reseptionish Hotel Niagara mengatakan "Bahwa hotel ini pernah menjadi hotel tertinggi di Asia Tenggara".
Di Hotel tua berlantai lima yang dibangun pada 1918. Di kompleks hotel ada semacam prasasti beraksara Tiongkok yang menyatakan tahun pendirian hotel. Usia Hotel Niagara sudah 89 tahun. Arsiteknya Fritz Joseph Pinedo, pria berdarah Brasil yang hidup di Indonesia pada masa pendudukan Belanda.
Hotel Niagara memang masih belum apa-apa. Dibandingkan dengan hotel-hotel modern (berbintang), standar pelayanan dan fasilitas di Di Hotel Niagara kita bisa menikmati sepuas-puasnya arsitektur tempo doeloe yang sangat menekankan pendekatan seni. Sebuah kombinasi gaya Brasil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria yang menawan.
Namun, hotel tua ini menawarkan keindahan, sensasi, tersendiri dari bentuk konstruksinya yang eksotik dan antik.
Di Hotel tua berlantai lima yang dibangun pada 1918. Di kompleks hotel ada semacam prasasti beraksara Tiongkok yang menyatakan tahun pendirian hotel. Usia Hotel Niagara sudah 89 tahun. Arsiteknya Fritz Joseph Pinedo, pria berdarah Brasil yang hidup di Indonesia pada masa pendudukan Belanda.
Hotel Niagara memang masih belum apa-apa. Dibandingkan dengan hotel-hotel modern (berbintang), standar pelayanan dan fasilitas di Di Hotel Niagara kita bisa menikmati sepuas-puasnya arsitektur tempo doeloe yang sangat menekankan pendekatan seni. Sebuah kombinasi gaya Brasil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria yang menawan.
Namun, hotel tua ini menawarkan keindahan, sensasi, tersendiri dari bentuk konstruksinya yang eksotik dan antik.
Langganan:
Postingan (Atom)
